First Drive : Mencoba TATA Prima LX 2528.K di Simulasi Lintasan Pertambangan

Mencoba kemampuan truk heavy duty merek India dengan teknologi mesin dari Amerika, sasis dari Meksiko serta transmisi asal Jerman.
 

Memang betul, teknologi yang diterapkan oleh TATA Motors pada truk TATA Prima LX 2528.K ini berasal dari berbagai negara. Seperti mesin asal pabrikan Cummins, Amerika berkolaborasi dengan transmisi ZF dari Jerman, semuanya dipangkul oleh sasis yang berasal dari Meksiko.

Sejak diperkenalkan di GIIAS 2017 lalu, TATA Prima 2528.K ini cukup mengundang perhatian. Sosok besar dengan tipper (dump truck) sesuai dengan kendaraan yang umumnya digunakan di pertambangan.

Kali ini, bus-truck.id mendapat undangan dari PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), distributor kendaraan TATA Motors di Indonesia untuk mengikuti TATA Prima LX 2528.K Driving Experience.

Ajang ini diselenggarakan di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/9) lalu. Lintasan off-road yang biasanya digunakan untuk jip 4x4 lantas diubah agar bisa dilalui oleh truk berbobot 25 Ton ini.

Bus-truck.id menjadi media yang pertama mencoba di lintasan ini. Ketika berada di dalam kabin TATA Prima LX 2528.K ini menepis anggapan awal saat melihat sosoknya, yang memberikan kesan bakal sulit mengendarai mobil besar dan berat ini.

Duduk di balik kemudi, tak ubahnya duduk pada truk ringan, hanya berada di posisi lebih tinggi saja. Berbagai panel cukup mudah diraih oleh pengemudi, begitu juga instrumen yang mudah dibaca.

Truk 9 percepatan maju ini (1 Low gear), diklaim memiliki durabilitas tinggi, salah satunya dengan penggunaan kopling dengan diameter besar di kelasnya, 430 mm. Sementara umumnya sekitar 380 mm saja. Hal ini berpengaruh terhadap kemampuan angkut di tanjakan dan medan sulit.

Tetapi, hal ini belum bisa dirasakan di lintasan yang dicoba, karena memang truk tak diberi muatan dan tak terdapat tanjakan ekstrem di sini.

Namun, ekspresi berkendara sudah didapat, seperti ketika merasakan mudahnya melakukan manuver di tempat yang tergolong sempit, dengan mengandalkan visibilitas yang cukup luas dari kabin.

Jalanan berbatu dan agak berlumpur yang meliuk-liuk, cukup mudah dilalui. Pada jalan menurun, cukup andalkan ‘rem angin’ saja, dengan mengangkat pedal gas dan biarkan engine brake melakukan kerjanya. Tapi tentu, ketika mengangkut beban, bantuan dari rem mutlak diperlukan.

Di lintasan off-road ini, tentunya tanah berlumpur yang agak dalam tersedia, hal ini juga mencerminkan kondisi alam yang biasa ditemui pada lokasi pertambangan, yang nantinya menjadi habitat truk berwarna kuning ini.

Ada bantuan dari TATA Prima ini saat berada di medan berlumpur. Aktifkan differential lock dengan memencet tombol di dasbor, lantas kedua gardan belakang pada mobil berpenggerak 4x6 ini akan siap melahap jalanan berlumpur.

Daya angkut maksimal, juga ditunjang oleh suspensi yang mampu mengangkut beban berat. Tetapi, suspensi ini juga harus mampu memberikan kenyamanaan bagi penumpang di dalam kabin.

TATA Prima 2528.K, menggunakan suspensi parabolic spring di depan dan per daun dengan bogie balance beam di belakang. Menambah kenyamanan penumpang dalam kabin, terdapat suspensi untuk meredam guncangan kabin.

Untuk per daun belakang ini, menurut pihak TMDI berbeda dibandingkan kompetitornya, yaitu menggunakan U-Bolt dengan mur pengikat di bagian atas per. Tujuannya agar memudahkan saat perawatan.