Tahun Ini Scania Akan Resmikan Pabrik Perakitan Truk dan Bus di Thailand

Tahun ini, Scania menargetkan bisa menjual 650 truk dan 140 bus baru berbagai tipe di Thailand.
 

Menyusul sukses penjualan kendaraan komersialnya di Thailand, produsen truk dan bus Scania akan segera mengoperasikan pabrik perakitan truk dan bus di Thailand untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan bisnis di negeri gajah putih tersebut dan juga pasar regional. Pabrik baru dan pertama di Asia Tenggara milik Scania ini akan diresmikan pada tahun 2018 ini juga.

"Tahun ini Scania akan melakukan ekspansi dengan memperluas jaringan cabang untuk mendukung penjualan kendaraan Scania yang tumbuh di Thailand," kata Stefan Dorski, managing director of Scania Siam di sela acara “Scania Top Team” yang diselenggarakan di Thailand baru-baru ini seperti dikutip situs Nation.

Ajang "Scania Top Team" merupakan ajang bagi Scania untuk meningkatkan kapabilitas para tenaga mekanik dan awak truk dan bus Scania di kalangan pengusaha transportasi melalui kegiatan kompetisi. Kali ini event tersebut diikuti oleh 8000 partisipan dari 70 negara.

Di ajang ini Thailand mengusung 14 tim yang berasal dari berbagai wilayah di Thailand. Dari jumlah tersebut sebanyak 5 tim lolos ke babak final. Kompetisi ini sendiri digelar tanggal 20 Januari 2017. Para finalis, kemudian diterbangkan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti putaran babak regional di sana bulan September 2018 nanti. Babak finalnya akan dilangsungkan di Swedia, bulan Desember 2018.

Scania memang sedang menikmati pertumbuhan bisnisnya di Thailand karena penjualan truk dan busnya sepanjang tahun 2017 lalu naik tajam, mencapai 30 persen di tengah penjualan truk dan bus di Thailand yang sedang lesu. Tahun 2018 ini, Scania menargetkan bisa menjual 650 truk dan 140 bus baru berbagai tipe di Thailand.

Untuk menjaga loyalitas konsumen, Scania Thailand tahun 2018 ini akan mulai mengaplikasikan layanan Fleet Management System (FMS) yang akan membantu para pengusaha truk dan bus mengetahui posisi kendaraannya saat sedang beroperasi. Sathit Riyatanon, After Sales Service Director of Scania Siam mengatakan, melalui FMS, pengusaha juga bisa memantau efisiensi konsumsi bahan bakar truk dan busnya sekaligus mengetahui kebiasaan cara menyetir para pengemudinya di jalan raya.

Data ini kemudian dianalisa untuk memperbaiki efisiensi operasional truk dan bus Scania milik konsumen. FMS juga membantu pengusaha melakukan perawatan armadanya secara berkala dengan proses yang cepat untuk meminimalisir periode down time.