TATA : Adaptasi Pasar Indonesia Dengan Rasio Gir kasar

Kedua produk Tata ini muncul karena masukan kebutuhan pasar Indonesia
 

Indonesia memiliki kondisi wilayah yang sangat beragam. Di atas kertas butuh spesifikasi kendaraan yang sesuai pula dengan kondisi alam yang ada.  Tata Motor sepertinya cukup sigap melihat kondisi ini. Merek asal negeri martabak ini pun bahkan cukup terbuka menerima masukan dari pelanggannya mengenai kondisi riil yang dihadapi produk-produk Tata.

“Salah satu yang cukup menonjol adalah mengenai kebutuhan kendaraan yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar, namun tetap memiliki nilai hitungan ekonomis yang baik,” jelas Kiki Fajar Manager Marketing Communication Tata Motor Distribution Indonesia (TMDI) pada media test drive Tata,Rabu (20/12).

“Karenanya Tata pun merespon dengan membuat spesifikasi baru yang dikembangkan dari produk yang sudah ada. Kuncinya dengan mengadakan improvement pada rasio girnya menjadi lebih rendah. Hasilnya torsinya pun meningkat, kemampuan menanjak lebih baik dan juga mampu mengangkut muatan lebih besar tanpa khawatir keteteran dalam hal performa,” imbuhnya.

Dua produk yang mengalami improvment adalah Tata Xenon dan Ace yang dilabeli ulang sebagai Tata Xenon HD (heavy duty) dan Ace HT (High-Torque).

Spesifikasi mesin keduanya tak ada perbedaan dengan model yang ada di pasar saat ini. Xenon mengandalkan mesin Turbo diesel 3.000 cc dengan muntahan daya 77 PS dan torsi 227 Nm. Sedangkan Ace yang mengandalkan mesin turbo 1.400 cc mampu menelurkan daya 71PS dan torsi 135Nm.  Hanya saja keduanya dilengkapi dengan rasio gir yang berbeda.

Tata Ace HT (high torque) performa mesin sama namun dilengkapi dengan rasio gear yang lebih kasar