Tata Motors Pasang Target Tumbuh 20 Persen di Tahun Fiskal 2018/2019

Tata Motors saat ini memfokuskan menggarap truk berjenis fully-built, yakni truk yang dipasarkan ke konsumen berikut bodi bak belakangnya
 

Pabrikan India Tata Motors Ltd memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen di segmen kendaraan komersial di tahun fiskal 2018/2019 yang dimulai bulan April 2018 sampai Maret 2019. Optimisme ini dibangun seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi India yang juga tumbuh positif. 

"Pertumbuhan di dua kuartal terakhir telah menunjukkan tren kenaikan dan momentum ini kita harapkan terus berlanjut," ungkap Tata Motors Manufacturing Head (CVBU), Ajoy Lall, seperti dikutip dari India Times, Jumat (5/10/2018).

"Kami memasang target pertumbuhan minimal 20 persen di segmen kendaraan komersial di tahun fiskal ini dibandingkan capaian kami di tahun lalu," lanjutnya. Tata Motors saat ini memfokuskan menggarap truk berjenis fully-built, yakni truk yang dipasarkan ke konsumen berikut bodi bak belakangnya, mengikuti tren yang saat ini berkembang di pasar truk global. Lall mengatakan, saat ini Tata Motors menjual truk tipper Tata Prima berikut bak belakangnya.

Perusahaan otomotif yang berpusat di Mumbai, India ini, masih belum memfinalisasi strategi yang akan dijalankan. Lall mengatakan, utulisasi kapasitas produksi kendaraan komersial Tata Motors saat ini meningkat dan bottle neck yang terjadi di fasilitas produksinya telah teratasi.

Di India, Tata Motors berkompetisi dengan sejumlah merk truk lokal seperti Eicher, Mahindra & Mahindra. serta Force Motor serta merek dari Daimler, BharatBenz.

Di pabrik perakitan Tata Motors di Jamshedpur misalnya, kapasitas produksi kabin truk terlihat meningkat. Penjualan divisi kendaraan komersial Tata naik 26 persen ke 46,160 unit di bulan September 2018. Sementara, di bulan Agustus 2018 berhasil menjual sebanyak 36.678 unit.

Penjualan truk Tata di segmen medium dan heavy duty di bulan September 2018 tumbuh 32 persen atau terjual sebanyak 16.239 unit. Sementara di periode sama tahun 2017 lalu penjualannya tercatat sebanyak 12.259 unit. Lall mengatakan, kenaikan penjualan ini ditopang oleh regulasi baru pemerintah tentang axle truk.