Tiket Elektronik untuk Bus Bandara Berlaku di 30 Titik Pemberangkatan, Ujicoba di Rawamangun dan Bekasi

E-ticketing ini akan diberlakukan di 30 titik keberangkatan bus bandara Damri tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan akan diterapkan mulai awal Desember 2018 ini.
 

Perum Damri bersama PT Telkom Tbk akan mulai memberlakukan sistem tiket elektronik e-ticketing untuk layanan bus bandaranya di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, melalui kick off yang dilakukan oleh manajemen kedua perusahaan di kantor pusat dan pool Perum Damri di kawasan Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

E-ticketing ini akan diberlakukan di 30 titik keberangkatan bus bandara Damri tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan akan diterapkan mulai awal Desember 2018 ini. Pada tahap awal akan diberlakukan untuk bus bandara Damri yang berangkat dari Pool Kemayoran, Rawamangun, Mangga Dua dan Bekasi, Setelahnya, menyusul secara bertahap di titik-titik pemberangkatan bus Damri lainnya hingga mencapai 30 titik pemberangkatan.

Direktur Utama Perum Damri Setia N. Milatia Moemin mengatakan, e-ticketing ini merupakan bagian dari strategi baru yang dijalankan Perum Damri dalam rangka ekspansi bisnis sekaligus untuk memanjakan konsumen. Direktur Enterprise and Business Service Telkom Dian Rachmawan mengatakan, peluncuran e-ticketing ini merupakan realisasi dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Layanan E-Ticketing Damri Pada Angkutan Bandara antara Telkom dan Perum Damri bulan Juli 2018 lalu.

Setia menjelaskan, Perum Damri saat ini memiliki tujuh segmen usaha yaitu angkutan kota, angkutan antar-kota, angkutan antar-lintas negara, angkutan pemadu kota (bus bandara), angkutan travel/pariwisata, angkutan penugasan pemerintah serta angkutan logistik. Khusus untuk angkutan antarnegara, Perum Damri memiliki trayek dari Pontianak ke Brunei Darussalam dan ke Kuching, Malaysia.

Setia menyebutkan, pencapaian pendapatan Perum Damri dari angkutan bandara seluruh Indonesia saat ini mencapai sekitar 40 persen. Per September 2018, laba Damri melonjak sebesar 300% jika dibandingkan dengan capaian laba di akhir tahun 2017 yang sebesar Rp 7 miliar. Sementara, target pertumbuhan yang dipatok perusahaan hanya 200 persen,