Nikola Pamerkan Tre, Truk Hidrogen Fuel Cell untuk Market Eropa

Truk Nikola Tre masih menyandang powertrain yang seperti pada truk hidrogen kembarannya yang dipasarkan di AS. Truk ini bekerja menggunakan daya dari baterai bertenaga 800 volt.
 

Perusahaan startup teknologi, Nikola, memperkenalkan truk hidrogen konsepnya yang nanti dirancang akan mengaspal di jalanan Eropa. Truk hidrogen ini diberi nama Tre. Wujudnya adalah truk tractor head (truk penarik trailer) dengan tampang yang futuristik.

Tre diambil dari bahasa Norwegia yang bermakna tiga dan merupakan truk hidrogen konsep pertama dari Nikola untuk pasar Eropa. Nikola sebelumnya sudah membuat truk konsep untuk pasar Amerika Serikat. Antara negara-negara di Eropa dan AS memiiki regulasi berbeda terkait truk yang boleh dipasarkan di sana. Itu sebabnya, Nikola merancang ulang truk konsepnya agar benar-benar sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara Eropa.

Dikutip dari CNET, Selasa (6/11/2018), truk Nikola Tre masih menyandang powertrain yanga seperti tersemat di truk hidrogen kembarannya yang dipasarkan di AS. Truk ini bekerja menggunakan daya dari baterai bertenaga 800 volt.

Teknologi hydrogen fuel cell di truk ini bekerja untuk mengubah gas hidrogren yang terkompresi menjadi energi listrik. Nikola Tre ditawarkan dalam dua pilihan konfigurasi penggerak roda, yakni 6x4 dan 6x2 dengan pilihan tenaga antara 500 dan 1.000 horsepower.  Tergantung pada opsi varian yang dipilih, truk Nikola Tre mampu menempuh jarak hingga 310 dan 745 mil.

Dalam keterangan resminya yang dibagikan ke media, Nikola mengklaim Tre sangat mumpuni pada pengereman, pengemudian, daya dukung baterai, dan sepenuhnya sudah memenuhi standar sebagai truk otonom level 5. 

Tre, truk hydrogen fuel cell dari Nikola.

Untuk mewujudkan agar truk Tre benar-benar bisa mengaspal di Eropa saat tahap komersialisasi nanti, Nikola menggandeng Nel Hydrogen, perusahaan energi berbasis di Oslo, Norwegia, untuk merancang dan persiapan pengadaan stasiun pengisian hidrogen untuk truk ini. Di daratan AS dan Kanada saja, Nikola memproyeksikan bisa membangun 700 stasiun pengisian hidrogen sampai tahun 2028 nanti. Sementara, kehadirannya di Eropa, akan mulai terlihat signifikan di tahun 2030.