United Tractors Tawarkan Langganan Fitur Fleet MS ke Pengusaha Bus

Semua data ini tersaji dalam format angka, tabel dan matriks yang mudah dipahami oleh penggunanya, yakni para pengusaha angkutan atau manajer perusahaan yang mengoperasikan bus dan truk Scania
 

Salah satu layanan utama yang disediakan PT United Tractors Tbk (UT) di Command Center yang baru saja dioperasikan di kantor pusatnya di kawasan Cakung, Jakarta Utara, adalah layanan Fleet Management System (FMS). Sesuai namanya, FMS menawarkan fitur-fitur lengkap untuk kebutuhan monitoring armada bus dan tru Scania milik pelanggannya di Indonesia yang semuanya bisa diakses secara real time. 

Misalnya, data tentang posisi armada, data konsumsi bahan bakar, data sisa bahan bakar di tangki kendaraan, data kecepatan kendaraan, data running dan idle engine sampai data perilaku pengemudi selama mengoperasikan kendaraan.

Semua data ini tersaji dalam format angka, tabel dan matriks yang mudah dipahami oleh penggunanya, yakni para pengusaha angkutan atau manajer perusahaan yang mengoperasikan bus dan truk Scania di jajaran armadanya. Data tentang perilaku sopir misalnya, bisa tersaji lengkap berupa semacam raport yang bisa dicek secara berkala sekaligus bisa menjadi bahan evaluasi bagi attitude pengemudi. 

Dengan sistem monitoring ini, kendali operasional armada bus dan truk Scania berada di tangan pemilik kendaraan. Fitur-fitur FMS juga membantu mengingatkan pemilik kendaraan tentang jadwal servis berkala untuk setiap armadanya.

Loudy I. Elias, Direktur Marketing PT United Tractors Tbk, mencontohkan, tahun 2018 lalu misalnya, ada salah satu customer UT, yang mengoperasikan bus Scania, dan unit armadanya mengalami kecelakaan. "Kemudian kami bantu berdasarkan request customer kemudian kita download datanya dan akhirnya diketahui berapa kecepatan riil kendaraan dan juga kondisi pengemudian kendaraan," ujar Loudy.

Ia juga menjelaskan, semua data dari fitur-fitur di FMS ini bisa dimonitor melalui aplikasi di layar smartphone. Namun, layanan FMS ini tidak diberikan gratis oleh UT ke pelanggannya. Pengusaha transportasi yang ingin memanfaatkan semua fitur yang tersedia di FMS harus terlebih dulu berlangganan. UT mengenakan biaya Rp 5 juta untuk biaya langganan FMS per armada per tahun. "Biaya ini tergolong ringan, istilahnya hanya sebagai pengganti biaya pulsa saja," ujarnya.

Jadi tinggal dihitung saja, misalnya PO X mengoperasikan 20 unit armada bus Scania K 360 IB untuk armada bus malam antarkota antarprovinsi, dan dia berlangganan fitur FMS untuk kebutuhan monitoring seluruh armadanya, maka pengusaha tersebut harus menyiapkan dana sekitar Rp 100 juta untuk biaya berlangganan FMS ke UT.