Detik-detik Bus Mira Ngebut dan Selip di Mojokerto

Bus terlihat melaju dan di lokasi kejadian tiba-tiba selip. Roda bus melintir. Laju bus yang berada di sisi lajur kanan kemudian melompat, melewati median jalan dan membuat posisi bus melintang.
 

Ruas jalan raya Gemekan di Kecamatan Sooko, Mojokerto, yang merupakan jalan negara penghubung kota Surabaya dan Solo di lintas tengah Pulau Jawa dikenal sebagai trek maut karena seringnya terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat dan roda dua. Sebagian merupakan korban meninggal dunia selain luka.

Terbaru, bus PO Mira jurusan Surabaya-Solo-Jogja mengalami selip ban saat melintas di ruas jalan  Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Mojokerto.
Detik-detik selipnya bus ini terekam dua kamera CCTV yang berada tidak jauh dari lokasi, Sabtu (24/3/2018) sekitar pukul 13.57 WIB. 

Potongan gambar video saat bus Mira selip di ruas jalan raya Gemekan,Mojokerto, Sabtu (24/3/2018).

Bus terlihat melaju dan di lokasi kejadian tiba-tiba selip. Roda bus melintir. Laju bus yang berada di sisi lajur kanan kemudian melompat, melewati median jalan dan membuat posisi bus melintang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Dalam CCTV terlihat sebuah mobil LCGC warna putih terlihat mengerem mendadak agar tidak membentur badan bus.

Potongan gambar detik-detik bus Mira selip di Jalan Raya Gemekan.

Insiden bus Mira melintir ini diunggah pemilik akun Nudita Rusdiani di grup CCTV Warga di sebuah media sosial, Minggu (25/3/2018) pagi. Ada dua rekaman video pendek yang diunggahnya di grup tersebut, masing-masing berdura 7 detik dan 31 detik.  

"Ini jejak perekaman bus selip kemarin siang... Kamera online di Jl.Raya Gemekan, Sooko, Mojokerto (Depan Masjid Darussalam). Dalam kurun waktu 10tahun ini saja, hampir 50 warga desa kami MD di lokasi ini... >>> PLEASE SHARE >>>><," tulis Nudita Rusdiana.

 

Video ini mendapat banyak komentar dan tanggapan netizen. Dalam salah satu tanggapannya Nudita Rusdiani berkomentar begini, "Kami terlalu sering melihat kecelakaan di depan rumah kami, setiap ada yang parah langsung tutup toko...hiks."