Eicher Luncurkan Bus Listrik Pertamanya, Skyline Pro Electric di India

Pembuatan bus listrik ini menggunakan platform bus Eicher Skyline Pro bermesin diesel yang sudah ada.
 

Pabrikan kendaraan komersial Eicher Trucks & Buses juga siap bersaing di market bus listrik di India, bersaing dengan pemain lain seperti Tata Motors dan Ashok Leyland yang juga tegah serius menggarap pasar bus listrik. Baru-baru ini Eicher meluncurkan bus listrik pertamanya, Skyline Pro, berukuran medium dengan kapasitas penumpang sekitar 30-an orang.

Dari tampilan fisiknya, bus listrik Skyline Pro tidak terlalu istimewa. Malah, terkesan sedikit jadul untuk ukuran desain eksterior bus buat masyarakat Indonesia. Namun, teknologi yang disematkan Eicher di bus ini boleh diacungi jempol. Situs NDTV melansir, Eicher mengembangkan bus listrik Skyline Pro ini bekerja sama dengan KPIT Technologies dan Revolo. Pembuatan bus listrik ini menggunakan platform bus Eicher Skyline Pro bermesin diesel yang sudah ada.

Tampilan belakang bus listrik Eicher Skyline Pro.

Vinod Aggarwal, MD & CEO VE Commercial Vehicles Eicher mengatakan, hadirnya bus listrik Skyline Pro siap merevolusi moda transportasi massal di India. "Bus ini merupakan wujud komitmen kami memodernisasi industri kendaraan komersial di India," ungkapnya.

"Smart Electric Skyline Pro E-buss siap melaju di jalanan India dan kami percaya diri mampu memberikan nilai lebih kepada para komuter, perusahaan operator transportasi kota, dan institusi lain dalam ekosistem ini," lanjutnya.

Tampilan samping bus listrik Eicher Skyline Pro.

Pihaknya menjamin, operasional bus ini akan mendapat dukungan penuh layanan purna jual jaringan dealer Eicher agar operasional bus ini benar-benar efisien. Bus listrik Eicher Skyline Pro ini dirancang memiliki panjang bodi 9 meter dan kabinnya sudah dilengkapi dengan AC untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang. Dalam sekali isi, baterai lithium-ion sanggup mendukung perjalanan bus ini hingga sejauh 177 km. Eicher mengklaim konsumsi listrik di baterai bus ini amat irit atau 0,8 persen lebih rendah untuk setiap kilometer jarak tempuh.