Mercedes-Benz O 6600 H, Bus Mesin Belakang Pertama Di Dunia

Mercedes-Benz O 6600 H, Bus Mesin Belakang Pertama Di Dunia
Lokasi mesin belakang bikin penumpang lebih nyaman
 

Ada sejumlah klaim yang menyebutkan bahwa Leyland adalah pihak pertama yang menyematkan mesin belakang di produk bus mereka. Namun catatan yang menyebutkan bahwa Mercede-Benz sudah melakukan produksi massal saat pabrikan Inggris Raya itu melakukan riset soal mesin belakang di bus di periode tahun 1954-1955.

Mercedes-Benz sejatinysa sudah melakukan riset soal bus dengan mesin belakang sekitar tahun 1935. Namun karena meletusnya Perang Dunia Kedua membuat banyak kegiatan riset dan produksi untuk kepentingan sipil jadi tertahan.

Kegiatan untuk riset maupun rilis produk versi sipil praktis bisa dilakukan lagi tahun 1949. Ditandai dengan rilsi truk ukuran medium yaitu seri 312. Kemudian disusul lansir truk yang kelasnya lebih berat yaitu seri L6600. Disusul rilis versi bus yaitu seri O 6600.

Opsi mesin belakang termasuk revolusioner kala itu karena umumnya bus, maupun truk, bermesin depan. Sejalan dengan strategi pabrikan berlambang “Three Pointed Stars” ini untuk mengejar ketertinggalan akibat Perang Dunia II.

Fokus diarahkan untuk berkreasi membangun program untuk produk dan layanan kendaraan komersial yang punya karakter kuat soal durabilitas, harga terjangkau, sekaligus performa angkut yang maksimal.

Seri O 6600, model fase peralihan menjadi bus bermesin belakang

AEC Q-Type buatan Amerika Serikat muncul tahun 1932 sebagai bus pertama yang mesinnya tidak di depan tetapi di samping

Baca juga: Bisnis Perusahaan Otobus Semakin Menjanjikan?

Baca juga: Mau Jadi Supir Bus Di Arab Saudi? Ini Syaratnya...

Nah seri O 6600 H muncul perdana tahun 1951, dan soal mengapa mesin belakang akhirnya terpilih untuk diproduksi adanya filosofi ingin memberikan ruang yang lebih besar di kabin penumpang. Selain itu untuk mereduksi penyebaran panas mesin, dan juga menghadirkan kabin yang lebih kedap.

Secara umum bus ini panjangnya 11 meter, dengan mesin 8.276 cc (143 daya kuda) dan transmisi manual 6 percepatan bisa angkut penumpang sampai 71 orang tergantung formasi bangku penumpang. Kecepatan maksimalnya 80 km/jam.

Di saat yang bersamaan juga dilansir Setra S8, versi yang lebih ‘mewah’ tampil lebih mewah, bodinya semi monokok.

Seri O 6600 H merupakan bus yang laris di masa itu, terjual sampai 3.000 unit, umumnya di wilayah Eropa dan Amerika Selatan selama masa produksi 1951-1961. Seiring dengan diambil alihnya porsi penjualan bus O 6600 H ke seri O 321 H yang muncul tahun 1954-1970 sebagai bus yang lebih ringan dan tentu lebih nyaman.  

Mesin belakang membuat kabin lebih 'senyap'

Mesin belakang sudah diriset tahun 1935