Sukses Tiga Minggu Ujicoba di Bali, Bakrie Autoparts Tawarkan Bus Listrik dalam Varian 7,5 dan 12 Meter

"Dengan kapasitas angkutnya yang cukup besar, bus ini cocok dioperasikan sebagai armada busway," ungkap Presiden Direktur dan CEO PT Bakrie Autoparts Dino Ryandi
 

PT Bakrie Autoparts makin percaya diri memasarkan bus listrik BYD untuk transportasi urban yang ramah lingkungan di Indonesia, setelah sukses melakukan ujicoba dua unit bus listriknya selama tiga pekan di Bali, saat berlangsung pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Nusa Dua, Oktober 2018 lalu.

Anak perusahaan grup usaha Bakrie & Brothers ini, menawarkan bus listrik BYD dalam dua pilihan panjang kabin, yakni 7,5 dan 12 meter dengan kapasitas angkut penumpang 25 kursi dan 32 kursi. Pada varian bus dengan panjang 12 meter, bus ini mampu mengakomodasi total 50 penumpang dengan 18 penumpang berdiri.

"Dengan kapasitas angkutnya yang cukup besar, bus ini cocok dioperasikan sebagai armada busway (Transjakarta, red)," ungkap Presiden Direktur dan CEO PT Bakrie Autoparts Dino Ryandi dalam perbincangan dengan media di sela penyelenggaraan Busworld South East Asia 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Di ajang yang sama, Bakrie Autoparts juga menandatangani kerjasama ujicoba pengoperasikan bus listrik dengan PT Transjakarta.

Ujicoba ini menurut Dino Ryandi, akan berlangsung selama enam bulan. Selama enam bulan ujicoba tersebut akan dilakukan penilaian dan pada akhir uji coba akan dilakukan evaluasi terakhir untuk mengukur peluang mengoperasikan bus listrik BYD sebagai armada Transjakarta di Jakarta secara permanen. 

Armada bus di Jakarta tempo dulu dan bus listrik BYD (paling kanan)

"Setelah selesai mengikuti pameran ini kami akan membuat perjanjian trial (ujicoba) pengoperasian 6 bulan. Mereka (manajemen Transjakarta) akan melihat hasilnya kalau memang Transjakarta menilai layak, mereka akan open order (melakukan pemesanan)," jelas Dino Riyadi.

Bakrie Otoparts sebelumnya telah menjalin kesepakatan kerjasama memasok armada bus listrik BYD untuk Transjakarta dengan salah satu perusahaan mitra operator Transjakarta, yakni PT Pahala Kencana.

Pengetesan bus BYD di Bali menempuh jarak rata-rata rata-rata 250 km dengan konsumsi daya listrik setiap satu persen pemakaian mampu menjangkau jarak 2,9 kilometer.

Biaya untuk pengisian daya baterai dengan mengacu pada tarif industri saja adalah Rp 1.644 per kWh, atau jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp 520 ribu untuk sekali pengisian daya sampai penuh dengan lama pengisian daya 3,5 sampai 4 jam dengan arus listrik 40 ampere. Sementara, jika menggunakan teknologi pengisian cepat 90 ampere hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam.

Untuk dua unit bus listrik BYD yang dipamerkan di ajang Busworld 2019, Bakrie Autoparts masih mendatangkan langsung dalam wujud utuh (CBU) dari pabrik BYD di Shenzhen, Guangdong, China. Namun, untuk rencana ke depan, diproyeksikan akan dilakukan lokalisasi, bekerja sama dengan karoseri Nusantara Gemilang di Kudus, Jawa Tengah, dengan proyeksi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 50 persen pada tahun 2020.